Seorang Guru Bahasa Inggris di Jepang Ingatkan Muridnya Kalau Anime Tidak Nyata!

0
31

Siapa pun tahu kalau anime itu tidak nyata dan karena mungkin tidak nyata itulah setiap orang bebas menganggap karakter anime itu nyata dengan menyebut mereka waifu. Imajinasi seperti ini tentu akan tampak menggelikan bagi sebagian orang bahkan untuk sesama penggemar anime sekalipun.

Banyak orang yang mengatakan anime baik untukmu, bila dibandingkan dengan acara-acara tidak mendidik lainnya, anime masih memiliki pelajaran yang baik untuk dipetik. Sebut saja anime seperti Tengen Toppa Gurren Lagann yang memacu dirimu untuk lebih percaya kepada kemampuan dirimu sendiri dibandingkan orang lain, atau Archer dari seri Fate yang mengajarkanmu untuk hidup lebih realistis.

Seorang guru bahasa Inggris yang mengajar di sekolah di daerah Yokohama, mengunggah sebuah hasil tugas menulis dari salah satu muridnya yang bisa menyadarkan kita bahwa anime dan dunia nyata itu berbeda.

Di beberapa negara yang mempunyai empat musim, biasanya terdapat liburan panjang setiap musimnya. Di Jepang, sekitar awal Juli hingga sekitar akhir Agustus adalah saat yang disebut summer vacation atau liburan musim panas. Walau berkata liburan, biasanya pihak sekolah akan memberikan pekerjaan rumah yang harus dikumpulkan ketika masuk sekolah kembali.

Sang guru asal Amerika ini pun mengharuskan para muridnya menceritakan pengalaman murid-muridnya selama liburan musim panas. Tapi terdapat satu cerita yang menarik dari salah satu murid. Cara menulis murid tersebut cukup baik dan setelah beberapa koreksi berikut cerita salah satu murid.

http://twitter.com/jiyunaJP/status/636341354667180032/photo/1

 

“Lalu aku menabrak seseorang.
Aku berkata, ‘Aku minta maaf’ kemudian aku sadar orang itu seorang wanita.
Dia memiliki rambut merah pendek, mata berbentuk almond dan dia mengenakan yukata berwarna hitam dan merah muda.
Dia berkata ‘Aku juga minta maaf.’
Aku bertanya, ‘Apakah kau terluka? Siapa namamu?”
Dia mengatakan “Tidak apa-apa. Namaku Nishikino Maki. Temanku sedang menungguku. Sampai jumpa!”
Aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan dia.
Itulah memori terbaikku.”

Jika kalian sadar ada dua hal aneh dalam cerita ini. Di Jepang, tidak akan ditemui ada seorang pelajar Jepang berambut merah karena memang pihak sekolah melarang muridnya untuk mewarnai rambut. Lalu yang kedua adalah nama “Nishikino Maki”.  Siapa nama terakhir itu dan kenapa rambut warna merah? Ya, orang yang dimaksud sang murid adalah salah satu karakter dari anime Love Live!

Tentu saja berarti cerita pengalaman musim panas sang murid harus dipertanyakan dan sang guru yang tampaknya tahu siapa dan apa Nishikino Maki ini pun menuliskan catatan kecil. “Love Live itu tidak nyata!”

@JiyunaJP juga mengatakan “Aku sedang memeriksa PR “Kenangan Terbaikku di Musim Panas” dan tiba-tiba aku melihat ini. Anime sepertinya sudah keterlaluan.” Pastinya ada juga kemungkinan kalau sang murid sedang bercanda dalam PR musim panasnya, tapi saya juga setuju kalau hal ini sudah sedikit kelewatan saat garis batas antara dua dunia ini sudah terlewati.

Lalu apa yang dapat dipelajari dari kisah lucu ini? Bila kalian termasuk yang mengaku memiliki waifu dan sudah cukup umur, berarti kalian sadar bahwa waifu adalah karakter 2D yang tidak akan pernah mengkhianati kalian tapi sadarlah satu hal kalau mereka itu tidak nyata. Kendalikan diri kalian dan lihatlah situasi dan kondisi ketika kalian bertindak.

 

Sumber: Rocketnews