7 Kasus Pembunuhan Tak Terselesaikan di Jepang


Dari sejumlah kasus pembunuhan yang terjadi di Jepang, beberapa di antaranya tak berhasil diselesaikan atau ditemukan pelakunya.

SOREWA.NET – Negara Jepang dikenal dengan angka kriminalitasnya yang termasuk rendah di seluruh dunia.

Namun dari sejumlah kriminalitas atau lebih spesifiknya kasus pembunuhan yang terbilang rendah di Jepang tersebut masih ada juga kasus-kasus pembunuhan yang mana belum dapat diselesaikan atau ditemukan pelakunya.

Setelah mengumpulkan dari berbagai sumber, Sorewa telah merangkum 7 kasus pembunuhan di Jepang yang tak terselesaikan.

Kasus pembunuhan seperti apa ya yang bahkan Jepang sendiri belum bisa memecahkannya? Nah, minna-san, simak tujuh kasus pembunuhan berikut ini!

1.Pembunuhan Ibu Hamil di Nagoya

Kasus pembunuhan ini terjadi pada tanggal 18 Maret 1988 di daerah Nagoya. Seorang pria pulang ke apartemennya dan menemukannya dalam kondisi pintu tak terkunci dan lampu mati ditambah mendengar suara tangisan bayi.

Penasaran, pria tersebut mencari sumber suara tersebut dan alangkah kagetnya ketika dia menemukan dua tubuh tergeletak di sebuah kamar. Dua tubuh tersebut adalah mayat istrinya dan bayi yang seharusnya masih berada di dalam perutnya yang hamil.

Setelah diselidiki, ternyata istri pria tersebut meninggal akibat dicekik dan bayi tersebut dikeluarkan dari perutnya oleh sang pelaku setelah itu. Ajaibnya, bayi itu selamat dan korban enggan menyebutkan namanya dan mendiang istrinya.

Hingga kini, pelaku kasus pembunuhan tersebut masih belum ditemukan.

2. Mayat Di dalam Tas Futon

Tanggal 21 April 1996 di distrik Haga, Prefektur Tochigi, sekelompok siswa SMP menemukan sebuah tas Futon tergeletak di pinggir jalan.

Mereka penasaran apa sebenarnya isi tas tersebut lantaran tas tersebut sudah tergeletak di tempat tersebut selama kurang lebih satu bulan. Akhirnya salah satu dari mereka memberanikan diri untuk memeriksa isi tas tersebut dengan sebuah batang kayu dan menemukan mayat pria paruh baya di dalamnya.

Menurut hasil otopsi, pria tersebut sudah meninggal selama kurang lebih satu bulan sebelumnya.

Sayangnya, identitas pria paruh baya tersebut atau pelaku kasus pembunuhan ini masih belum diketahui hingga kini.

3. Pembunuhan Akio Kashiwagi

Akio Kashiwagi dikenal sebagai seorang yang sangat kaya yang sangat suka berjudi. Karena hobinya tersebut, dia menanggung beban hutang dengan jumlah yang sangat banyak.

Pada tanggal 3 Januari 1992, Kashiwagi ditemukan tewas dengan banyak luka tikaman di dapur kediamannya, pihak berwajib meyakini bahwa senjata yang digunakan adalah sebuah pedang samurai.

Kashiwagi dikenal dengan kebiasannya menutup rapat pintunya, namun anehnya tak ada bekas bahwa rumahnya dibobol paksa. Yang lebih aneh lagi, sama sekali tak ada barang yang hilang di rumahnya padahal Kashiwagi memiliki banyak mobil, perhiasan dan juga lukisan-lukisan langka yang bernilai tinggi.

Ada dugaan bahwa Kashiwagi dibunuh oleh Yakuza, namun ada juga yang bilang bahwa dia dibunuh oleh rekannya sendiri.

4. Kasus Pembunuhan Miyako Hiraoka

Pada tanggal 6 November 2009, seorang petani jamur menemukan sebuah kepala seorang wanita di daerah pegunungan dekat Kota Hamada. Bagian tubuh yang lain seperti batang tubuh (torso), pergelangan kaki dan juga tulang pinggang ditemukan tak jauh dari lokasi tersebut.

Dari potongan-potongan tubuh tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi korban sebagai Miyako Hiraoka, seorang mahasiswi Universitas Shimane. Menurut saksi, korban terakhir kali terlihat satu minggu sebelumnya sekitar pukul 9.30 malam sepulang kerja.

Beberapa hari sebelum Hiraoka menghilang, dia sempat memberitahu orangtuanya bahwa dia selalu merasa ketakutan saat pulang dari tempat kerjanya di malam hari.

Seorang warga sekitar kemudian bersaksi bahwa di malam Hiraoka menghilang, dia melihat ada sebuah mobil yang mengebut di jalan yang selalu diambil Hiraoka pulang kerja. Dia juga menambahkan bahwa dia sering melihat mobil yang sama beberapa kali sebelum Hiraoka menghilang.

Hingga kini, pelaku pembunuhan Hiraoka masih belum diketahui.

5. Pembunuhan Junko Kobayashi

Pada tanggal 9 September 1996, kebakaran terjadi di sebuah rumah di wilayah Katsushika di Tokyo. Mayat seorang gadis bernama Junko Kobayashi ditemukan di rumah tersebut, namun Junko bukan terbunuh oleh kobaran api.

Mayat Kobayashi ditemukan terbungkus selimut dengan tangan dan kaki yang terikat beserta luka tusuk di tubuhnya. Pihak berwajib berhasil menemukan jejak darah di rumah itu, namun anehnya, darah tersebut bukan milik Junko ataupun keluarganya melainkan milik orang lain.

13 Tahun berselang, sebuah kasus dengan ciri-ciri yang sama terjadi pada tahun 2009. Mayat tersebut diketahui sebagai seorang gadis bernama Yukari Ogino. Pihak berwajib mencurigai bahwa kasus Ogino berkaitan dengan kasus Kobayashi.

Setelah sebuah penyelidikan berlangsung selama satu bulan, seorang tersangka bernama Tatsumi Tateyama telah ditetapkan. Tateyama mengakui bahwa dia membunuh Ogino, namun dia tidak tahu apa-apa mengenai kasus Kobayashi.

6. Pembunuhan Mieko Mizuno dan Hideko Akashi

Pada tanggal 23 Mei 1979, Keiko Mizuno (32) dan Hideko Akashi (43) pergi ke bukit Nohara untuk mencari tanaman pakis, namun mereka tak pernah kembali.

Naasnya, dua hari kemudian mayat mereka ditemukan di bukit tersebut dengan luka-luka memar. Pada mayat Akashi, ditemukan juga luka tusuk, sedangkan pada mayat Mizuno ditemukan juga bekas cekikan di lehernya dan diduga kuat bahwa dia juga diperkosa.

Senjata pembunuhan berupa pisau ditemukan di TKP. Pihak berwajib juga menemukan sebuah catatan di kantong celana Akashi yang bertuliskan, ‘Aku diikuti. Tolong aku. Dia orang jahat.’

Karena minimnya petunjuk dan bukti yang ada, hingga kini pelaku pembunuhan tersebut masih belum ditemukan.

7. Kasus Makiko Tsuchiyama

Pada tanggal 21 November 1984, seorang gadis berusia 2 tahun bernama Makiko Tsuchiyama ditemukan tak sadarkan diri dengan luka tercekik tali di sebuah parit di gang belakang rumahnya. Makiko langsung dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak terselamatkan.

Ngerinya, sebulan sebelumnya di lokasi yang sama Makiko juga ditemukan dalam kondisi yang sama persis. Namun tak seperti yang kedua kalinya, nyawa Makiko masih terselamatkan waktu itu.

Setelah kejadian pertama terjadi, kakek Makiko mendapat telepon misterius dari seorang wanita tak dikenal. Wanita tersebut menangis dan mengatakan, “maafkan aku” sebelum menutup teleponnya.

Waktu itu, kakek Makiko belum mengetahui kejadian yang menimpa cucunya. Beberapa hari setelahnya, kakek Makiko terus mendapat telepon misterius, dan saat dia mengangkatnya, tak ada balasan apa pun.

Hingga kini, masih belum diketahui siapa pencekik Makiko dan wanita yang menelepon kakek Makiko tersebut.

(Pedih Di Mata/Sorewa)

What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
1
Fail
Geeky Geeky
6
Geeky
Lol Lol
3
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
2
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
49
WTF
Pedih Di Mata

A single man namely Muhammad Rofiquzzaman. A translator at Samehadaku.net and Jack of translations, Bachelor of Arts, a Duelist, and a theatrical director. Applying nickname of “Pedih Dimata” based on the nickname on his character in Ragnarok Online and Counter Strike 1.6.

7 Kasus Pembunuhan Tak Terselesaikan di Jepang

log in

reset password

Back to
log in